Dari awal aku pun tak mengerti apa maumu, mungkin aku yang salah. Aku terlalu lama membalas sms darimu di siang hari dan aku ketiduran di malam harinya sehingga aku tidak bisa menjawab 6 telpon darimu serta 8 sms darimu. Semua smsnya bertanya sudah tidur ataupun menyapaku seprti helo, wey, ataupun sayang. Maafkan aku kalau itu yang membuat pagi itu jadi aneh. Aku sudah minta maaf, semuanya tidak sengaja, malam itu aku kelelahan dan perutku sangat sakit rasanya, makanya aku pergi ke kamar ibu dan akhirnya tertidur disana. Pagi itu aku selalu memanggilmu sayang, setiap pertanyaan aku selipkan kata sayang. Tapi balasan darimu singkat, misalnya saja; Maaf ya sayang semalem aku ketiduran, maaaaf ya ay. Sayang lagi apa? Udah makan belum ay?. Dan dijawab; Lagi diem udah, kamu?
Seterusnya begitu sampai aku kehabisan topik pagi itu, padahal baru beberapa sms, dan akhirnya aku tiba-tiba menegtik s-a-r-a-p, awalnya ga maksud apapun, aku hanya iseng. Tapi karena setelah sms itu aku bilang, “hem ada topickga ay? Aku bosen nanya itu itu aja” dan dijawab; “yaudah gausah smsan aja”-“yaudah hem jangan lupa makan siang dan solat ya sayang.”- “haha gue dibilang sarap”
Sms terakhir darinya membuat aku sadar kalau dia marah, dan akhirnya aku pun minta maaf beberapa kali, tapi tak ada jawaban. Malam harinya, aku mulai khawatir dan mencoba menelepon dia, awalnya ga nyambung teleponnya tapi kedua kalinya dia mengangkat telponku dan aku bertanya; masih marah ya?-hem ngga-ohh kirain masih marah.. udah makan belum?-…. Dia diam.- yaudah atuh, udah dulu aja ya, assalamualaikum.
Dia masih marah, aku mencoba tidur, tapi sebelum aku tidur adda sms darinya; udah tidur? Dan aku menjawab; belum baru mau, emang kenapaaa? Tapi setelah sms itu ternyata aku sudah tak sadar, aku telah tidur dan baru terbangun pukul setengah 4 saat mau sahur. Sms darinya ada 5.
1. Engga apa apa
2. Kalau mau ngomong disaring dulu, pake saringan
3. SDA
4. Udah pada tidur belum? Maaf ganggu ß s.a
5. Udah tidur?
Dan aku jawab,iyadeh maaf lagian ga ada mksd blg, bercanda doang ko, maaf ketiduran semalem, sok geura solat ya, udah adzan subuh.
Lalu kita smsan seperti biasa, menanyakan lagi apa, udah makan, udah solat, hari ini mau kemana. Memang awalnya harmonis tapi akhirnya tragis, lama kelamaan dianya jadi dingin lagi, padahal masih inget banget waktu dia janji pas balikan, kalo dia ga akan dingin lagi dan bakalan perhatian. Hhhh. Mulailah saat dia mulai dingin dan aku kehabisa topik aku mengungkapkan rasa rinduku padanya, namun seperti biasa karena rindu yang terlalu berlebihan karena kita sudah 6 bulan tidak bertemu membuat kita berdua emosi. Misalnya; ay kapan ketemu? Aku kangen bangettt, hari ini aku mau ke perpus, tapi kayanya ga jadi, adikku belum bangun. Dan dibales; ngga tau, perpus mana?-iiih, perpus sukarno hatta, mau ikut?-ah ngga mau ah aku males panas panasan.-kenapa sih ay, kamu di bandung tapi kita ga ketemu, masih lama ketemunya-biarin suka2 gue hahaha-aku kangen pengen ketemu.-apasih penasaran banget, tar juga ketemulah-ngga penasar yang, tapi kangen pengen ketemu taukan sono?-ohaha ga penasaran mah ga usah ketemu aja. Udahlah ya ga usah dilanjutin, tar kalian emosi, dan jawabannya itu membuat aku jengkel, hanya karena panas, dia cowo dan dia bilang males panas-panasan dan karena aku ga penasaran sama dia jadi gausah ketemu. AR AR ARRRH!
Tapi aku mencoba tenang, dan akhirnya dia mulai membuka topik dan ini tentang sepeda yang merupakan kecintaanku. “besok aku mau sepedahan loh”-“ih ga ngajak, mau kemanaa? Mau ikuut!”-“biarin, mau ke gunung puntang.”-“ih aku juga bisa, katanya males panas-panasan?”-“ya nggalah kanpake helm jaket sama sarung tangan”-“yaudah pergi sama aku sekarang gitu aja setelannya biar ga kena panas”-“males”-“huuuu” dan selanjutnya aku hanya menjawab huu atau wleee. Aku kesal dengannya, sangat kesal. Dan diakhiri dengan sms dariku; jangan lupa makan ya sama solat, aku kesel sama kamu ay, tapi tetep aja aku sayang dan manggil kamu ay. Hem ternyata ga dibales.
Pas online, ternyata dia juga online dan aku nyapa dia “A*****EEEE >:D<” dengan smiley peluk. Tapi balasannya;maaf siapa ini?-ini a, kamu siapa?-ini orang-ahaha yaudahah udahan aktingnyaa, ay jangan lupa makan ya!- siapa anda nyuruh saya makan?, kirain saya tadinya bercanda tapi ternyata dia emang sengaja yaa hhhh, dan aku jawab; uptoyou. Dan dia jawab; oke sip.
Tak lama kemudain hpku berbunyi, ada sms. “sayaaaaang”
Sms dari pacarku yang tadi sudah tidak kenal sama aku, sekarang sms kaya gitu, membuat aku kesal. Apa mungkin dia pikir karena setia dia panggil aku sayang semuanya akan kembali jadi seperti semula dan aku akan menjawab dengan panggilan yang sama? Karena biasanya setiap dia bilang sayang, pasti aku selalu panggil sayang lagi ke dia. Berbeda dengan dia yang bilang sayang kalau sedang mood saja. Akhirnya sms itu tidak aku balas, dan sorenya dia sms 3 kali;
1. Aku sepedahan dulu ya, maaf kalo smsnya ga dibales yaa sayang
2. Helow
3. Kenapa ga dibales? Mau vakum smsan dulu?
Lalu aku jawab pertanyaan yang ke 3; iya mau vakum dulu, jangan lupa makan sm solat aja ya, hhhh. Dan dia blg; oke.
Hem baru sehari aku vakum smsan sama dia, tapi aku mulai mikirin dia lagi. Ternyata aku masih peduli sama dia, dan aku rasa mala mini aku benar-benar kangen sama dia. Apalagi saat aku sedang mengeetik novelku yang ceritanya mirip dengan kisahku dan dia, membuat aku ingin meneleponnya. Sekarang pukul 9, semakin banyak aku mengetik semakin aku kangen dengannya karena teringat dengan suara dan kemiripan dalam novel iseng iseng itu. akhirnya, aku beranikan untuk nelepon dia juga, tapi ternyata sibuk, lalu langsung aku coba telpon lagi, aku tersenyum saat mendengar i-ring setiap menelepon dia, karena aku tahu kalau ini tersambung dan rasanya setiap mendengar lagu dari pitbull itu aku ingin menari, tapi kali ini tidak. Suasana rindu membuat aku ingin menangis, saat aku sadar kalau kamu ga akan ngangkat telpon ini dan membiarkan handphonemu berada jauh dari mu.
Aku hanya rindu padamu, hanya rindu, kau tau? Dan kau tau, saat ketiga kalinya aku menelepon mu, ternyata tidak bisa lagi, seperti pertama. Dan aku meneruskan mengetik novel itu lagi, rinduku menggebu, dan saat itu juga aku menerima sms darimu, yang ku kira kau akan meminta maaf atau sadar kalau kau pun sangat rindu pada ku atau berkata jahil seperti; kangen yaaa?
Tapi ternyata, kamu mengirim sms yang sangat beda dengan apa yang aku pikirkan, lagu itu lagi, lagu setiap kau sedang marah;
"Oh hawa di luar terasa sungguh menggigilkan dan nyamuk nyamuk banyak bertebaran aku hanya berkata, peduli setan."
:-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-( :-(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar